4 Tarian Adat Bali yang Menarik Turis

Bali kaya akan budaya dan adatnya, hal ini tidak perlu diragukan lagi karena masyarakat Indonesia begitu membanggakan. Selain itu turis ataupun masyarakat di luar negeri sudah mengetahui mengenai kebudayaan dan juga adat yang luar biasa beragam. Salah satunya adalah tarian yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai cerita.

1. Tari Legong

Tari Legong

Ketika masa kerajaan Bali, tarian ini hanya ditampilkan atau dilakukan di lingkungan keraton. Bahkan yang boleh menyaksikan penampilan ini hanyalah keluarga keraton saja. Dengan nama Legong, tarian ini memiliki arti “Leg” yang memiliki arti luwes serta “gong” yang memiliki arti gamelan.

Tarian legong menggunakan gerakan yang lemah gemulai dan juga menggunakan gamelan tradisional khas Bali i bernama Semar Pegulingan. Sehingga tarian menjadi lebih hidup dan lebih terasa. Selain itu para penari diwajibkan menggunakan kipas kecuali tokoh condong, kipas ini juga memiliki penampilan yang unik dan kental akan gambar dari Bali.

2. Tari Kecak

Tari Kecak

Tari kecak merupakan tari terpopuler yang berasal dari Bali, dimana tari Kecak merupakan tarian yang banyak diburu masyarakat karena penampilannya yang khas dan juga berbeda. Tari Kecak adalah tarian yang dilakukan di berbagai tempat di Bali dengan pertunjukan khas dan unik, tidak semua penampil bisa melakukan tari kecak.

Menurut sejarahnya tarian ini diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies di tahun 1930 oleh seniman Jerman, tarian ini menceritakan mengenai ramayana dan hampir rata-rata penarinya adalah laki – laki. Jumlah penari yang membawakan Tari Kecak bisa berjumlah puluhan bahkan lebih dan menampilkan ketegasan penari laki-lakir.

3. Tari Pendet

Tari Pendet merupakan salah satu tari yang biasa dilakukan untuk penyambutan atas turunnya para dewa ke dunia. Dimana seiring berjalannya waktu para seniman mengubah dan menambahkan inovasi menjadi lebih bagus sebagai tarian selamat datang. Tari pendet ini banyak digunakan dan diajarkan oleh masyarakat di luar Bali khususnya anak-anak sekolah.

Tarian versi modern ini dibuat oleh I wayan Rindi di tahun 1950an. Dimana beliau merupakan seniman tari yang mengabdikan seumur hidupnya untuk mengamati seluruh tarian Bali dan mengaplikasikannya menjadi lebih modern.

Sebagai warga Bali, beliau sangat sayang dan bangga dengan tariannya dan menciptakan koreografi Tari Pendet khusus upacara pembukaan Asian Games di Jakarta.

4. Tari Margapati

Tari Margapati merupakan tarian yang menyeramkan untuk diceritakan, namun tarian ini menjadi tari yang bermakna sangat dalam. Dengan arti marga yaitu jalan dan pati merupakan kematian maka jika disatukan berarti jalan menuju kematian.

Tarian ini diciptakan sebagai Nyoman Kaler pada tahun 1942 dengan menggambarkan kesalahan perjalanan hidup wanita. Selain itu, tarian Margapati menghadirkan gerakan tari lelaki meskipun wanita yang menjadi penarinya. Apabila anda memperhatikan gerak gerik tarian ini seperti mengintai dan siap-siap menerkam mangsanya.

Masih ada tarian populer lainnya yang dilakukan oleh masyarakat Bali sebagai bentuk kebanggaan dan perwujudan mereka dalam menceritakan berbagai kisah atau legenda. Dimana ada tari Puspanjali, Panji Semarang, Tari Baris, Tari Barong dan juga Tari Trunajaya.

Semua tarian yang berasal dari Bali mengandalkan penampilan atau pakaian yang luar biasa dan juga warna yang cerah serta ekspresif. Begitupun dengan cara penari menampilkan cerita atau legenda yang luar biasa berebda. Tarian dari Bali sudah banyak dipelajari di mancanegara bahkan sampai mahasiswa di luar negeri.

Leave a Comment